EBOOK SEJARAH PENDIDIKAN INDONESIA

adminComment(0)
    Contents:

Get this from a library! Sejarah pendidikan Indonesia. [S Nasution]. Sejarah pendidikan Indonesia by S Nasution. Sejarah pendidikan Indonesia. by S Nasution Sejarah pendidikan Indonesia. by S Nasution. eBook: Document. Year: Stock: 4 eks. Indeks Page: eks. Information: viii, hlm.: il.; 21 cm eks. 1. SEJARAH - PENDIDIKAN 2. INDONESIA - PENDIDIKAN. I. Judul.


Ebook Sejarah Pendidikan Indonesia

Author:CARON KLAGES
Language:English, French, Arabic
Country:Monaco
Genre:Art
Pages:180
Published (Last):31.03.2016
ISBN:532-6-41833-580-9
ePub File Size:17.35 MB
PDF File Size:14.61 MB
Distribution:Free* [*Registration needed]
Downloads:38654
Uploaded by: SAUNDRA

Code: YUN s. Author: Yunus, H. Mahmud. Publisher: Jakarta: Mutiara. Year: Stock: 1 eks. Indeks Page: eks. Information: hlm.: il. : tab. Sejarah pendidikan Indonesia [S Nasution] on meiriseamamo.ga *FREE* shipping on qualifying offers. History of Indonesian education. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia book. Read reviews from world's largest community for readers.

Kurikulum merupakan salah satu bagian penting dari sistem pendidikan suatu negara. Dalam pada itu, maka apa-apa yang mempengaruhi penyelenggaraannya secara langsung juga turut mempengaruhi penyusunan dan pengembangan kurikulum itu sendiri.

Tulisan ini disusun untuk mengenal lebih mendalam dan mencermati kurikulum pendidikan kita dari periode ke periode sekaligus memperbandingannya, sehingga sebagai pelaku pendidikan tulisan ini diharapkan dapat menjadi bahan diskusi solutif untuk memahami pokok permasalahan pendidikan Indonesia dalam perspektif kurikulum.

Dapat disimpulkan bahwa Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan tersebut meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kehasan, kondisi, potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Perubahan arah pendidikan lebih bersifat politis, dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional.

Sedangkan asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum Bentuknya memuat dua hal pokok: 1 daftar mata pelajaran dan jam pengajaranya; 2 garis-garis besar pengajaran. Pada saat itu, kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya.

Rentjana Pelajaran boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini.

Orientasi Rencana Pelajaran tidak menekankan pada pendidikan pikiran. Yang diutamakan adalah : pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari- hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.

Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Silabus mata pelajarannya menunjukkan secara jelas bahwa seorang guru mengajar satu mata pelajaran, Djauzak Ahmad, Dirpendas periode Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan Pokok-pokok pikiran kurikulum yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan 2 Istilah kurikulum pertama kali digunakan dalam dunia olahraga pada zaman Yunani Kuno yang berasal dari kata curir dan curere.

Orang mengistilahkanya dengan tempat berpacu atau tempat berlari dari mulai start sampai finish. Ada yang menyebut Panca wardhana berfokus pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral.

Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.

Kurikulum Kelahiran Kurikulum bersifat politis, mengganti Rencana Pendidikan yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.

Dalam kurikulum ini tampak dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.

Kurikulum merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD secara murni dan konsekuen. Kurikulum menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Mata pelajaran dikelompokkan menjadi 9 pokok.

Print Version

Djauzak menyebut Kurikulum sebagai kurikulum bulat. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tidak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat.

You might also like: PHOTOSHOP EBOOK IN HINDI

Kurikulum Kurikulum menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efektif dan efisien. Model-Model Pengembangan Kurikulum. Pendidikan Nasional Strategi dan Tragedi.

Kompas Media Nusantara. Rencana pelajaran , yang pertama bersifat nasional lahir dua tahun setelah kemerdekaan, tidak lain kecuali karena meniru dengan penyesuaian rencana pelajaran sebelumnya yang masih bersifat kolonial. Pada tahap-tahap awal, dampak perkembangan politik terasa dominan mempengaruhi perubahan kurikulum. Baru dengan lahirnya kurikulum kita saksikan perubahan rumusan kurikulum di Indonesia yang kurang terpengaruh pergolakan politik.

Setiap satuan pelajaran dirinci menjadi : tujuan instruksional umum TIU , tujuan instruksional khusus TIK , materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum banyak dikritik. Guru dibuat sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran 6.

Kurikulum mengusung process skill approach.

Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut "Kurikulum yang disempurnakan". Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Konsep CBSA yang elok secara teoritis dan bagus hasilnya di sekolah- sekolah yang diujicobakan, mengalami banyak deviasi dan reduksi saat diterapkan secara nasional.

Sayangnya, banyak sekolah kurang mampu menafsirkan CBSA. Yang terlihat adalah suasana gaduh di ruang kelas lantaran siswa berdiskusi, di sana-sini ada tempelan gambar, dan yang menyolok guru tak lagi mengajar model berceramah.

Akhiran penolakan CBSA bermunculan. Kurikulum dan Suplemen Kurikulum Kurikulum merupakan hasil upaya untuk memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya, terutama kurikulum dan Sayang, perpaduan antara tujuan dan proses belum berhasil. Sehingga banyak kritik berdatangan, disebabkan oleh beban belajar siswa dinilai terlalu berat, dari muatan nasional sampai muatan lokal.

Materi muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing, misalnya bahasa daerah kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain. Berbagai kepentingan kelompok-kelompok masyarakat juga mendesak agar isu-isu tertentu masuk dalam kurikulum. Akhirnya, Kurikulum menjelma menjadi kurikulum super padat. Kejatuhan rezim Soeharto pada , diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum Tapi perubahannya lebih pada menambal sejumlah materi pelajaran saja.

Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok, yaitu: pemilihan kompetensi yang sesuai; spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi; dan pengembangan pembelajaran. KBK memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 5 Wina Sanjaya. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kencana Prenada Media Group.

Kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Struktur kompetensi dasar KBK ini dirinci dalam komponen aspek, kelas dan semester. Keterampilan dan pengetahuan dalam setiap mata pelajaran, disusun dan dibagi menurut aspek dari mata pelajaran tersebut.

Pautan Pantas

Pernyataan hasil belajar ditetapkan untuk setiap aspek rumpun pelajaran pada setiap level. Hasil belajar mencerminkan keluasan, kedalaman, dan kompleksitas kurikulum dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur dengan berbagai teknik penilaian. Setiap hasil belajar memiliki seperangkat indikator. Dan selanjutnya dengan terbitnya permen nomor 24 tahun yang mengatur pelaksanaan permen nomor 22 tahun tentang standar isi kurikulum dan permen nomor 23 tahun tentang standar kelulusan, lahirlah kurikulum yang pada dasarnya sama dengan kurikulum Perbedaan yang menonjol terletak pada kewenangan dalam penyusunannya, yaitu mengacu pada jiwa dari desentralisasi sistem pendidikan.

Pada kurikulum , pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, sedangkan sekolah dalam hal ini guru dituntut untuk mampu mengembangkan dalam bentuk silabus dan penilaiannya sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya. Penyusunan KTSP menjadi tanggung jawab sekolah di bawah binaan dan pemantauan dinas pendidikan daerah dan wilayah setempat Kurikulum Pemerintah melakukan pemetaan kurikulum berbasis kompetensi yang pernah diujicobakan pada tahun curriculum based competency.

Kompetensi dijadikan acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan; pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan sekolah. Kurikulum berbasis kompetensi memfokuskan pada pemerolehan kompetensi-kompetensi tertentu oleh peserta didik.

Oleh 6 karena itu, kurikulum ini mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yang dinyatakan sedemikian rupa, sehingga pencapaianya dapat diamati dalam bentuk perilaku atau keterampilan peserta didik sebagai suatu kriteria keberhasilan. Kegiatan pembelajaran perlu diarahkan untuk membantu peserta didik menguasai sekurang- kurangnya tingkkat kompetensi minimal, agar mereka dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

Sesuai dengan konsep belajar tuntas dan pengembangan bakat. Setiap peserta didik harus diberi kesempatan untuk mencapai tujuan sesuai dengan kemamapuan dan kecepatan belajar masing-masing6. Tema utama kurikulum adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui pengamatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, dalam implementasi kurikulum, guru dituntut secara profesional merancang pembelajaran secara efektif dan bermakna, mengorganisir pembelajaran, memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, menentukan prosedur pembelajaran dan pembentukan kompetensi secara efektif, serta menetapkan kriteria keberhasilan.

Pembahasan dan Interpretasi Pengemabngan kurikulum merupakan proses dinamik sehingga dapat merespon terhadap tuntutan perubahan struktural pemerintahan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun globalisasi dengan demikian, pengembangan kurikulum sangat dipengaruhi oleh sumber daya pendukung, diantaranya adalah SDM memiliki peran yang sangat dominan terhadap keberhasilan pengembangan kurikulum, untuk itu pengembangan dan pembinaan SDM harus dilakukan secara berkesinambungan, baik melalui jalur formal maupun nonformal.

Disamping faktor di atas, manajemen perguruan tinggi atau sekolah, pemanfaatan sumber belajar, penggunaan media pembelajaran yang tersedia, penggunaan strategi dan model-model pembelajaran, kinerja guru dan dosen, monitoring pelaksanaan pembelajaran di kelas, serta manajemen peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.

Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Remaja Rosdakarya. Lihat Juga.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. After attending a training on a Bible School and receiving education at the Wycliff Institute for Bible translation in The United Kingdom, the writer decides to leave with his family for the Swart Valley in New Guinea in order to propagate the gospel as a missionary among the Dani.

United States. Pertama, masalah marjinalisasi dan efek diskriminatif terhadap orang asli Papua akibat pembangunan ekonomi, konflik politik, dan migrasi massal ke Papua sejak Untuk menjawab masalah ini, kebijakan alternatif rekognisi perlu dikembangkan untuk pemberdayaan orang asli Papua.

Isu kedua adalah kegagalan pembangunan terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Untuk itu diperlukan semacam paradigma baru pembangunan yang berfokus pada perbaikan pelayanan publik demi kesejahteraan orang asli Papua di kampung-kampung. Masalah utama ketiga adalah adanya kontradiksi sejarah dan konstruksi identitas politik antara Papua dan Jakarta.

Sejarah pendidikan Indonesia

Masalah ini hanya bisa diselesaikan dengan dialog seperti yang sudah dilakukan untuk Aceh. Isu keempat adalah pertanggungjawaban atas kekerasan negara di masa lalu terhadap warga negara Indonesia di Papua. Untuk itu, jalan rekonsiliasi di antara pengadilan hak asasi manusia HAM dan pengungkapan kebenaran adalah pilihan-pilihan untuk penegakan hukum dan keadilan bagi Papua, terutama korban, keluarganya, dan warga Indonesia di Papua secara umum.

Keempat isu dan agenda tersebut di atas dapat dirancang sebagai strategi kebijakan yang saling terkait untuk penyelesaian konflik Papua secara menyeluruh dalam jangka panjang" cuplikan kulit buku.

Read the review in English by Carmel Budiardjo of Tapol.United States. Keempat isu dan agenda tersebut di atas dapat dirancang sebagai strategi kebijakan yang saling terkait untuk penyelesaian konflik Papua secara menyeluruh dalam jangka panjang" cuplikan kulit buku.

Ada yang menyebut Panca wardhana berfokus pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral. Back to top. Rating details. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat.